Alasan Mengapa Anak Broken Home berpotensi lebih sukses dibandingkan anak lainnya
Setiap manusia yang terlahir ke dunia ini pasti mempunyai impian untuk memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia. Keluarga adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan setiap individu, bahkan masa depan seorang anak bergantung dari baik tidaknya hubungan sebuah keluarga. Namun adakalanya keluarga mengalami perpecahan yang berakibat pada perceraian, inilah yang dinamakan “Broken Home”.
Broken Home atau keluarga tak utuh adalah kondisi dimana keluarga mengalami perpecahan atau adanya kesenjangan dalam rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga oleh suatu perceraian. Dalam kondisi ini, terutama bagi si anak seakan melihat dunia runtuh tepat dihadapannya, karena hilangnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya hingga mengakibatkan trauma psikologi yang cukup fatal dan membekas dalam dirinya. Betapa tidak, Ia merasa bahwa apa yang selama ini dimiliki setiap individu begitu saja hilang dalam sekejap dan sulit untuk disembuhkan
Terlahir dari keluarga yang tak harmonis tentu bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh setiap insan manusia. Melainkan seandainya hal yang demikian adalah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa tentu kita sebagai manusia tidak akan sanggup untuk menolak atau menghindarinya. Ketidakcocokan pendapat orang tua yang memunculkan perselisihan sehingga berakhir dengan suatu perceraian. hal tersebut pasti membuat buah hati menjadi korbannya. Sehingga dari umur dini, anak tersebut menjadi amat kekurangan akan sebuah kasih sayang dan cinta dari kedua orang tuanya.
Tidak cuma kasih sayang, tetapi dari sisi materi kadang seorang anak broken home juga terbilang cukup kekurangan. Meskipun ini dikarenakan dari pihak ayah yang kadang menyampingkan tanggung jawabnya. Dengan alasan sudah sah satu sama lainnya. Namun sejatinya, tanggung jawab itu tetaplah ada. Tidak jarang hal-hal yang seperti ini justru memunculkan banyak sekali efek pada mental sang buah hati semenjak dari kecil. Sehingga efek-efek hal yang demikian terus saja terpupuk sampai ketika dewasa.
1. Mentalnya Kuat dan Tangguh
Tak dipungkiri lagi jika seorang anak broken home memiliki mental yang sangat kuat dan tangguh. Pahitnya kehidupan yang dijalaninya sejak masih kecil membuat dirinya seakan telah terbiasa dengan yang namanya cacian, hinaan, bahkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari orang-orang sekitar bahkan keluarga nya sendiri. Setiap masalah bahkan depresi melanda pun mereka bisa melewatinya sendiri. Hal-hal tersebutlah yang membuat mentalnya menjadi sangat kuat dan tangguh serta tidak mudah cengeng.
2. Lebih Mandiri
Meski tidak semuanya, tapi kebanyakan seorang anak dari keluarga broken home itu bisa lebih mandiri dari pada anak dari keluarga yang normal. Ketidakhadiran salah satu orang tua, atau bahkan kedua orang tuanya membuatnya sangat mandiri. Sehingga dia sangat menyadari, jika dia tidak mampu melakukannya sendiri siapa lagi yang akan membantunya? setidaknya banyak anak broken home yang setiap harinya harus berjuang agar mereka tidak kelaparan dari hasil jerih payahnya sendiri. bahkan saat dalam kondisi sakit pun, mereka terbiasa merawat dirinya sendiri hingga sehat kembali.
3. Ingin Kehidupan yang Jauh Lebih Baik
Siapa sih yang ingin terlahir dari keluarga yang tidak normal atau bahkan dari keluarga yang cukup berantakan. Sepertinya tidak ada yang menginginkannya. Itulah yang juga dirasakan oleh seorang anak broken home. Meski semuanya seakan tak tersisa, namun dari puing-puing kehancuran tersebut seorang anak broken home membangun impian besarnya untuk kehidupan yang jauh lebih baik di masa depannya. Tentu saja anak Broken Home juga tak ingin selamanya hidup dalam penderitaan, kesedihan dan kesengsaraan. Siapapun berhak mendapatkan hidup yang lebih baik dan layak, termasuk anak broken home.
4. Memiliki Motivasi Tersendiri Dalam Hal Cinta dan Keluarga
Pertikaian yang terjadi pada orang tuanya membuat seorang anak broken tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Hal ini yang membuat anak broken begitu termotivasi untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar tepat untuk dicintainya. Sehingga saat berkeluarga nanti takkan ada lagi yang namanya pertikaian. Dan hanya akan ada tentang kebahagiaan dan kebahagiaan. Mungkin akan ada sedikit pertikaian dalam berumah tangga akibat kesalahpahaman dan perbedaan pendapat, hanya saja mereka akan lebih dewasa dan hati hati dalam bertindak dan menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga sebisa mungkin perceraian tidak akan terjadi.Anak broken home akan menjadikan kesalahan orang tuanya sebagai pembelajaran yang sangat berharga untuk nya.
5. Terbiasa Hidup Susah
Perceraian orang tua tidak hanya meninggalkan luka mendalam pada seorang anak broken home. Selain itu, bahkan ia juga harus kehilangan salah satu dari orang tuanya. Atau mungkin juga dua-duanya yang dikarenakan keputusan orang tuanya untuk berkeluarga masing-masing. Sehingga sang anak pun lagi-lagi menjadi korbannya. Bahkan ada juga yang harus berpikir keras sejak masih muda demi untuk menghidupi dirinya sendiri. Rata-rata kehidupan seorang anak Broken Home jauh lebih susah daripada anak dari keluarga harmonis. Mereka akan lebih kekurangan baik sandang, pangan, papan bahkan pendidikan. Hal tersebut akan membuat anak Broken Home terbakar semangat nya untuk keluar dari berbagai kesusahan hidup.
6. Sangat Merindukan Cinta dan Kasih Sayang dari Orang Tua
Di balik sosoknya yang kuat dan tangguh. Sesungguhnya di hati terdalam seorang anak broken home itu menyimpan kepedihan dan kesedihan yang disimpannya dengan sangat rapat. Hal yang seperti itu mungkin hanya akan terlihat di sela-sela lamunannya yang kadang begitu merindukan orang tuanya. Kesedihan itu bisa menjadi-jadi, tatkala ia mengingat masa lalunya. Bahkan banyak anak broken home yang hingga dewasa belum juga mengetahui dan bertemu dengan ayah maupun ibu kandung nya. Hal tersebut banyak membuat anak broken home menjadi lebih sopan dan menghargai orang yang lebih tua.
7. Pekerja Keras dan Sangat Termotivasi Untuk Sukses
Kesulitan yang terjadi dalam hidupnya, Membuat anak broken home juga memiliki jiwa pekerja keras yang sangat tinggi. Tak heran jika kerja kerasnya sering sekali mengantarkannya pada kesuksesan. Selain memiliki jiwa pekerja keras, anak broken home juga memiliki motivasi yang sangat besar untuk mencapai kesuksesan. Bahkan jika mungkin harus dengan berdarah-darah ia mendapatkan kesuksesannya. Mungkin ia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukannya asal dirinya sukses dalam jalan yang halal. Kesuksesan nya tersebut akan ditunjukkan ke orang-orang yang telah memandang nya sebelah mata, yang telah menghina dan mencaci nya. Dan yang paling utama kesuksesan nya itu untuk dibuktikan kepada orang tua yang telah menelantarkan nya.
8. Anak Broken Home akan Lebih Menghargai Arti Sebuah Keluarga
Sekilas mereka memang nampak tak peduli akan lingkungan sekitar, tetapi jauh di dalam hatinya mereka memiliki rasa empati yang begitu tinggi. Latar belakang yang penuh dengan kepahitan membuat mereka lebih peka terhadap berbagai permasalahan hidup yang kerap kali ia temui. Mereka pun menaruh rasa hormat dan kepedulian yang lebih besar terhadap hal-hal yang menyangkut masa kecil dan keluarga. Dan tentu saja mereka akan lebih menghargai arti penting sebuah keluarga.
9. Menghargai Apapun
Banyak anak broken home yang tidak dihargai. Baik pendapat nya, karya nya, keluh kesah nya, perbuatan nya, usahanya bahkan sikap kepedulian nya. Banyak orang yg menganggap anak broken home itu tidak tau apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Hal tersebut akan terasa di dalam dirinya bahwasanya tidak dihargai dan tidak diinginkan itu sangatlah menyakitkan. Dari situlah mereka akan lebih menghargai orang lain yang berbuat baik padanya.
10. Disiplin
Tumbuh dalam keluarga yang tak lagi utuh menuntutnya menjadi anak yang disiplin agar mampu memikul beban hidup yang cukup berat. Mereka sadar, mereka ini siapa? Kehidupan mereka seperti apa? Mereka tidak akan membuang waktu untuk bersantai sepanjang hari, walau kadang mereka mengendap-endap mencuri waktu untuk menikmati eloknya senja. Kesibukan menjadi kawan paling setia setelah penatnya waktu. Disiplin waktu menjadi hiburan setiap hari walaupun itu berat bagi seorang anak. Mereka tetap mempunyai keyakinan bahwa kerasnya hidup yang harus mereka hadapi sekarang kelak akan terbayar dengan eloknya hari tua. Mereka sadar, bahwa dirinya sudah telah kehilangan porsi kasih sayang dan juga gemblengan kedisiplinan dari kedua orangtuanya. Dengan sikap dewasanya, mereka mau tak mau harus belajar disiplin hanya dari salah satu sosok orangtuanya, atau malah dari sosok keluarganya yang lain.
Ketidakutuhan di dalam keluarga bukanlah alasan untuk membuat kita menjadi hancur. Justru jadikanlah semua itu motivasi untuk mendapatkan kesuksesan dan kehidupan yang jauh lebih baik.
Comments
Post a Comment