Sifat Kimia Batubara dan Analisisnya

karaktersitik batubara (ward,1984) mengacu pada 3 hal yaitu

  1. Tipe batubara yang dikontrol oleh jenis tumbuhan penyusun batubara yang dapat dianalisis dengan 2 cara yaitu mikroskopis dengan petrografi organik (sayatan poles) deskripsi maseral dan makroskopis dengan litotipe (coal benden and non bended).
  2. Peringkat Batubara (coal rank), yang dikontrol oleh tingkat pembatubaraan. hal tersebut dapat diketahui dari nilai reflekstansinya di sayatan poles, nilai proksimatnya, nilai ultimate nya, dan kalorific value serta aspek-aspek yang lain (NMR,dll).
  3. Pengotor batubara, bisa dilihat dari nilai S-yield.

kualitas batubara, yaitu sifat fisika dan kimia yang mengontrol penggunaannya

Komponen kimia penyusun batubara

  1. Moisture, pembakaran 150 derajat
  • surface moisture
  • air dried moisture    
  1. Pure coal
  • fix carbon
  • volatile organic matter
  1. Mineral matter
  • ash, sisa pembakaran 550-700 derajat
  • volatile mineral matter, gas/uap yang hilang saat dipanaskan 900 derajat

mineral yang umum dijumpai di batubara dan akan menghasilkan banyak volatile matter adalah mineral lempung dan karbonat sehingga mineral matter dan ash tidak sama.

mineral silika yang terdapat di batubara akan membuat kadar ash sama dengan kadar mineral matter.

umumnya mineral matter lebih tinggi dari kadar ash dikarenakan di indonesia komponen yang umum dijumpai di batubara adalah clay mineral yang mana bersifat hidrous dan h20 akan hilang saat pemanasan.

analisis proksimat, suatu rangkaian analisis yang terdiri dari 4 komponen yaitu moisture, ash, volatile matter, dan fixed carbon yang dilakukan dengan mengacu ke standar tertentu.

analisis ultimate, analisis untuk menghitung/mengetahui unsur dasar penyusun batubara yang terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen, terkadang sulfur

calorific value bagian dari combustion properties dari batubara, bukan bagian dari analisis proksimat. 

hubungan komponen analisis proksimat dengan kualitas batubara

  • semakin tinggi moisture dan volatile matter maka peringkat batubara akan semakin rendah
  • semakin tinggi fixed carbon, peringkat batubara akan semakin tinggi.
  • kadar abu tidak mempengaruhi tingkat batubara, akibat proses penggambutan.

nilai overlap high volatile dengan sub bituminous, karna volatile matter bisa sama tapi berasal dari sumber yang berbeda.

  • high volatile bituminous (secara volatile matter masih masuk sub-bituminous, tetapi fixed karbon dan moisture sudah masuk ke bituminous). volatile matter dari organik.
  • medium volatile bituminous
  • low volatile bituminous

Comments

Popular posts from this blog

Prestasi akademik siswa fullday MAN MODEL BABAKAN CIWARINGIN Kab.Cirebon tahun 2015

how to get acceptance letter from best statement of purpose

Sistem Panasbumi Dominan Uap