Alterasi asam sulfat dan bikarbonat dengan steam heated

Alterasi jenis ini terletak diatas zona propilitik sulfidasi rendah dan zona silisic dibagian terbawah. Seperti yang telah diketahui sebeumnya, mekanisme boiling terhadap suatu fluida panasbumi terepresentasikan dalam kurva boiling vs kedalaman. faktor yang menentukan perubahan pada kurva tersebut adalah kehadiran zat terlarut total (TDS) dan gas terlarut meliputi H2S dan CO2. kehadiran TDS dalam fluida panasbumi akan menaikkan suhu boiling, sedangkan kehadiran gas terlarut seperti CO2 dan H2S akan menurukan suhu boiling. 
Gambar 1. kurva perubahan temperatur pendidihan air (Haas, Jr. J.L., 1971)

Dalam menentukan kedalaman boiling pada kurva boiling vs depth dapat dengan menganalisis inklusi fluida yang terperangkap dalam suatu mineral ketika pembentukan mineral tersebut. jika inklusi fluida tersebut dipanaskan kembali di laboratorium hingga fluida tersebut keluar maka dapat diketahui suhu terhadap pemanasan tersebut (reaksi homogenisasi) maupun dinamika perubahan suhu selama fluida tersebut bersirkulasi, sehingga dari data suhu tersebut dapat diketahui kedalaman boilingnya.
jika fluida hidrotermal memiliki rasio kandungan CO2/H2S yang tinggi maka kondensat uap akan membentuk mata air panas bikarbonat dipermukaan, sedangkan jika rasio CO2/H2S rendah yang akan terbentuk adalah mata air anas kaya sulfat maupun kolam lumpur. jenis alterasi yang melibatkan asam sulfat ini dapat melarutkan batuan menjadi lempung berukuran halus yang berfungsi sebagai batuan penudung (cap rock). Pada tingkatan lebih tinggi, alterasi asam sulfat ini dapat menyerupai alterasi sulfidasi tinggi. Alterasi asam sulfat akan menghasilkan mineral dickite, diaspore, alunite, anhidrit, maupun barit.

Comments

Popular posts from this blog

Prestasi akademik siswa fullday MAN MODEL BABAKAN CIWARINGIN Kab.Cirebon tahun 2015

how to get acceptance letter from best statement of purpose

Sistem Panasbumi Dominan Uap