Alterasi Sulfidasi Tinggi dalam Geothermal
Tipe alterasi ini dapat mengendapkan mineral yang stabil pada suhu tinggi (200-350oC) dan pH sangat asam (<3) yaitu berupa mineral :
- Mineral Non-sulfida
- alunit
- lempung kaya aluminium seperti kaolinit, dikit, anhidrit
- native sulfur
- Mineral Sulfida
- pirit
- mineral kaya sulfur pembawa tembaga seperti enargit
Tipe alterasi ini terletak di zona roksimal gunungapi sehingga kemungkinan besar akan terjadi proses pengasaman batuan. Hal tersebut diawali pelepasan gas SO2 yang berubah menjadi H2SO4 saat mendekati permukaan (akibat bereaksi dengan air tanah) serta tambahan HCl magmatik bereaksi dengan batuan sekitar. Pada reaksi tersebut zat asam akan melarutkan unsur kation dari batuan (Na,K,Ca,Mg) sehingga hanya meninggalkan residu silika dengan kenampakan vuggy (berlubang) yang menjadikan batuan tersebut lebih porous dan permeabel. Walaupun memiliki enthalpy yang inggi, zona ini tidak dapat dikembangkan dalam project panasbumi karena sifat fluida yang korosif. Namun tidak perlu khawatir karena mungkin pada bagian tepi dari zona ini berkembang areas yang memiliki karakteristik fluida berupa air Alkali-klorida dengan pH mendekati netral seperti yang ditemukan di lapangan panasbumi Tiwi, Filipina.
![]() |
| Gambar 2. Peta lapangan geothermal Tiwi, Filipina (A), penampang melintang yang menggambarkan zona alterasi dari daerah tersebut (B) (Moore, J.N. et all, 2000) |
Sumber : Geologic Fundamentals of Geothermal Energy



Comments
Post a Comment