Alterasi Sulfidasi Rendah dalam Geothermal
Alterasi tipe ini terjadi pada air klorida dengan pH yang mendekati netral terhadap batuan sekitar. reaksi alterasi ini utamanya dipengaruhi oleh suhu dari pada perubahan fisik dan kimiawi sebagaimana pada alterasi sulfidasi tinggi. zona upflow panasbumi dicirikan sebagai area permeabel dimana fluida panas secara aktif naik menuju permukaan dimana temperatur berkisar 250-350oC. Jalur aliran fluida seperti patahan maupun kekar dapat terisi oleh mineral kuarsa, adularia, dan kalsit, sedangkan batuan sekitarnya dapat tergantikan pada suhu dan tekanan tertentu mineralnya oleh mineral epidot, aktinolit, klorit, albit, K-feldspar (adularia), dan kalsit serta mungkin juga dijumpai garnet, biotite, dan diopside pada temperatur tinggi (>300oC). Para geologist ekonomi biasanya mencari endapan emas dan silver pada sisa sistem panasbumi yang tidak aktif dimana tipe batuan teralterasi ini disebut sebagai zona propilitik. Pada sistem panas bumi modern (aktif) zona propilitik dicirikan sebagai reservoir yang didominasi oleh fluida alkali-kloride ber-pH mendekati netral. Pada zona alterasi propilitik dibagian dekat permukaan dan bersuhu lebih rendah dapat diendapkan mikrokristalin silika dan adularia berbutir halus yang mengisi pori batuan sehingga mengakibatkan permeabilitas berkurang. Namun disisi lain batuan menjadi lebih keras dan rentan terbentuk rekahan sehingga permeabilitas sekunder sangat diharapkan terbentuk. Dalam perjalanannya suatu fluida hidrotermal yang melewati rekahan dapat mengendapkan mineral tertentu dipermukaan yang mencirikan suhu dari fluida itu sendiri yaitu berupa travertin atau silika sinter. travertin dapat terbentuk di permukaan jika suhu fluida hidrotermal < 150oC (retrograde solubility), sedangkan silika siter dapat terbentuk jika suhu fluida hidrotermal >180oC (prograde solubility)
dibagian tepi zona upflow atu zona recharge dapat terjadi alterasi yang menghasilkan mineral lempung tipe kaolinit (warnn keputihan) dan mika berbutir halus (berupa illite atau serisit) melalui mekanisme reaksi hidrolisis. Namun seiring bertambahnya suhu (>180oC) maka mika berukuran halus dapat berubah menjadi mineral lempung kaolinit.
![]() |
| Gambar 1. kenampakan silika sinter di perbukitan steamboat dekat wilayah Reno, Nevada (A), perbesaran kenampakan silika sinter (B) (foto diambil oleh D. Hudson, 2014) |
dibagian tepi zona upflow atu zona recharge dapat terjadi alterasi yang menghasilkan mineral lempung tipe kaolinit (warnn keputihan) dan mika berbutir halus (berupa illite atau serisit) melalui mekanisme reaksi hidrolisis. Namun seiring bertambahnya suhu (>180oC) maka mika berukuran halus dapat berubah menjadi mineral lempung kaolinit.
Sumber : Geologic Fudamentals of Geothermal Energy

Comments
Post a Comment