Setting Tektonik Lapangan Panasbumi di Dunia
Sistem Panas Bumi Setting Divergen di Islandia
Pengembangan sistem panas bumi di islandia terfokus kepada 3 wilayah yaitu Reykjanes peninsula, Hengil Vulkano, dan Krafla.karena berada di sistem gabungan antara Mid Oceanic Ridge dan Hot Spot membuat sistem panas bumi di islandia baik yang dikembangkan maupun yang belum dikembangkan mendapatkan panas secara magmatik dengan suhu rata-rata 200oC pada kedalaman 1 km sehingga cocok jika menggunakan pembangkit tipe single maupun double flash plant. bahkan pada saat dlakukan project pemboran dalam di Islandia (Islandia Deep Drilling Project-1) berhasil menembus kedalaman 5 km namun dihentikan karena pada kedalaman 2,1 km sudah menembus magma. Sumur tersebut berhasil medapatkan suhu uap sebesar 450oC dan digadang-gadang menjadi lapangan panas bumi terbaik didunia, namun sayangnya tidak dapat dikembangkan karena sifat keasaman tinggi (akibat pelepasan HCl dan HF).
Konvergensi Benua dan Busur Gunungapi Kepulauan
Pada setting keduanya didapatkan sumber panas magmatik dengan kedalaman yang dangkal. Namun waaupun sangat mempesona, pengembangan lapangan panas bumi pada settting tektonik ini perlu memperhatikan hal lain diantaranya permeabilitas, availibilitas, komposisi kimia fluida, kehadiran cap rock, biaya dan resiko pemboran, pembangunan konstruksi dengan topografi tertentu, dll. Pada setting tektonik ini gaya yang bekerja untuk terbentuknya sistem panasbumi yaitu berupa gaya ekstensional yang dihasilkan dari gaya konvergensi yang ada akibat roll back. Adanya gaya tarik di kerak bumi menyebabkan terjadinya collapse (graben) sehingga memungkinkan upwelling dari mantel dekat permukaan. Terdapat 2 jenis yaitu magmatik dan amagmatik. Gaya ekstensional yang magmatik terjadi apabila roll back bersudut curam menyebabkan collapse dan rekahan dibagian intra arc maupun fore arc sehingga fluida yang melewati rekahan mendapatkan imbuhan dari gas magmatik contohnya di Taupo Vulkanik Zone, Wairakei, New Zealand.
Sedangkan untuk gaya ekstensional amagmatik terjadi apabila roll back bersudut landai menyebabkan collapse dan rekahan di bagian back arc contohnya lapangan panas bumi kizildere di graben menderes, Turki.
sumber : Geologic Fundamentals of Geoothermal Energy
Sedangkan untuk gaya ekstensional amagmatik terjadi apabila roll back bersudut landai menyebabkan collapse dan rekahan di bagian back arc contohnya lapangan panas bumi kizildere di graben menderes, Turki.
![]() |
| Gambar 2. Peta graben menderes, Turki (Faulds et al, 2010) |
![]() |
| Gambar 3. Peta tektonik setting graben menderes (Vassilakis et al, 2011) |
sumber : Geologic Fundamentals of Geoothermal Energy




Comments
Post a Comment